the very first STEP

Dalam beberapa tahun ini saya mengamati apa yang terjadi di dalam umat Islam di sekitar saya. Kenapa mereka begitu antusias, bangga, membela mati-matian terhadap bid’ah yang mereka lakukan. Belajar tentang bid’ah ternyata tidak cukup hanya dengan mengetahui dalil dari Al-Qur’an dan sunah Rasulullah. Itu tidak cukup, sangat tidak cukup. Yang lebih kita butuhkan adalah Allah membuka hati dan pikiran kita untuk mengetahui kesempurnaan Islam, keburukan bid’ah. Betapa banyak orang yang getol belajar tentang agama, namun ketika ia membeli buku, ia justru menambah keburukan agamanya karena membeli buku yang mengajarkan bid’ah untuk diamalkan. Ketika ia belajar dari seorang ustadz, ustadz itu bukan menyembuhkan penyakitnya tetapi malah menambah dengan bid’ah yang lain.

Sungguh Maha Suci Allah, Ia memberi hidayah kepada siapa yang Ia kehendaki dan menyesatkan siapa yang dikehendaki.

Oleh karena itu, sebelum melangkah untuk belajar tentang bid’ah, mari memohon kepada Allah agar Ia membuka hati dan pikiran kita untuk menerima kebenaran. Bukalah hati anda untuk menerima dan berserah diri kepada Allah dan menerima segala syariat-Nya, menerima ajaran Nabi-Nya. Yakinilah bahwa seseorang (siapapun dia, kyai/ustadz) diterima dan ditolak perkataannya selain Rasulullah.

about this blog


Siapa sebenarnya pemilik BIDAHyangHASANAH.blogspot.com ini?
Penulis bukanlah seorang ustadz atau santri. Ia hanyalah seorang laki-laki dusun yang tidak mengenyam pendidikan agama kecuali di sekolah umum dan TPQ. Sejak kecil penulis telah hidup dengan bid'ah, ia selalu antusias untuk melakukan segala bentuk bid'ah dengan anggapan bahwa ia akan mendapat pahala yang besar (sebagaimana yang dikatakan pak ustadz). Tempat tinggal penulis yang masih dipenuhi oleh musyrikin dan ahli bid'ah menjadikan penulis terlibat jauh dalam ilmu kebid'ahan. Ya, dengan bid'ah (dan memang hanya dengan bid'ah) musyrikin dan "muslimin" bisa bersatu, bersama-sama melakukan hal yang sama-sama mereka cintai.
Penulis mulai mengenal apa itu bid'ah setelah membaca buku "Santri NU Menggugat Tahlilan" (yang sayangnya belum bisa memberi pemahaman yang syamil tentang bid'ah karena hanya membahas tentang tahlilan). Kemudian penulis mulai belajar sedikit demi sedikit mengenal bid'ah dari berbagai buku dan buletin sampai akhirnya Allah mengaruniakan komputer kepada penulis.
Sejak itu penulis mulai banyak mengoleksi ebook-ebook tentang Islam yang banyak memberi pemahaman kepada penulis tentang ajaran Islam. Ebook-ebook tersebut penulis dapatkan dari teman atau penulis download sendiri dari internet. Boleh dikatakan bahwa ustadz terbaik yang pernah mengajari penulis tentang Islam adalah komputer.
Seiring dengan berjalannya waktu, para kerabat, tetangga, dan juga ustadz penulis mengetahui bahwa penulis telah berubah, tidak mau ikut tahlilan, mujahadah, maulid, dan lain-lain. Tentu tanggapan mereka juga beragam, ada yang benci, ada yang sangat benci. Tapi kebanyakan mereka tidak mau mengungkapkan isi hati mereka kepada penulis.
Hingga kini penulis masih menjadi orang asing, orang aneh di tempat tinggal penulis sendiri. Semoga penulis termasuk orang yang disebutkan oleh Rasulullah dalam hadits:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبَّادٍ وَابْنُ أَبِي عُمَرَ جَمِيعًا عَنْ مَرْوَانَ الْفَزَارِيِّ قَالَ ابْنُ عَبَّادٍ حَدَّثَنَا مَرْوَانُ عَنْ يَزِيدَ يَعْنِي ابْنَ كَيْسَانَ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ

Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi bersabda, "Islam mulai dengan asing (aneh) dan akan kembali asing (aneh) seperti semula, maka beruntunglah bagi orang-orang yang (dianggap) aneh." (HR. Muslim)
Amiin.
Identitas penulis yang sebenarnya memang disembunyikan, bukan karena takut kepada para ahli bid'ah, tetapi semata-mata untuk menghindari sombong dan riya'. Allahuma afwan.
Blog ini tidak saya susun untuk menjadi rujukan utama bagi saudara-saudara yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya untuk belajar tentang kesempurnaan Islam. Saya hanya ingin menambah khasanah keilmuan kita dan menjadikan blog ini sebagai tempat mencurahkan isi hati dan pengalaman yang saya alami, terutama dalam masalah mengamalkan Islam dan menjauhi bid’ah.
Jadi ketika anda sedang lelah letih pada saat mempelajari kitab Al-I’tisham-nya Imam Asy-Syatibi mungkin berkenan untuk jalan-jalan ke blog ini, terima kasih.
Saya menganjurkan para ikhwan fillah untuk belajar sebanyak-banyaknya tentang bid’ah untuk mengetahui betapa sempurnanya Islam dan betapa besar dampak buruk yang disebabkan oleh bid’ah bagi pelakunya.
Semoga Allah memberi kita hidayah, karena hanya memang hanya Dialah yang mampu menunjuki kita jalan yang lurus.